Update Harga

Harga Pulsa 23 juni 2010
Simpati S5 5250
Simpati S10 10150
Simpati S15 15700
Simpati S20 20100
Simpati S25 25000
Simpati S50 49750
Simpati S100 98500
Kartu AS A5 5250
Kartu AS A10 10150
Kartu AS A15 15700
Kartu AS A20 20100
Kartu AS 25 25000
Kartu AS A50 49750
Kartu AS A100 98500
SimpatiJateng JTS5 5250
SimpatiJateng JTS10 10150
SimpatiJateng JTS15 15700
SimpatiJateng JTS20 20100
SimpatiJateng JTS25 25000
SimpatiJateng JTS50 49500
SimpatiJateng JTS100 98000
Kartu AS Jateng JTA5 5250
Kartu AS Jateng JTA10 10150
Kartu AS Jateng JTA15 15700
Kartu AS Jateng JTA20 20100
Kartu AS Jateng JTA25 25000
Kartu AS Jateng JTA50 49500
Kartu AS Jateng JTA100 98000
IM3 IM5 5175
IM3 IM10 10175
IM3 IM20 19950
IM3 IM25 24700
IM3 IM50 48750
IM3 IM100 96750
Mentari M5 5175
Mentari M10 10175
Mentari M20 19950
Mentari M25 24700
Mentari M50 48750
Mentari M100 96750
IM3 SMS IM5S 5250
IM3 SMS IM8S 8250
IM3 SMS IM30S 29750
IM3 GPRS IM5G 5250
XL X5 5250
XL X10 10250
XL X25 25000
XL X50 49750
XL X100 99500
XL EXTRA XE10 10250
XL EXTRA XE50 49750
XL EXTRA XE100 99500
THREE T4950
THREE T10 9900
THREE T20 19200
THREE T30 29200
THREE T50 48750
THREE T100 97500
AXIS AX5 4950
AXIS AX10 9850
AXIS AX20 19500
AXIS AX25 24500
AXIS AX50 49000
AXIS AX100 98000
ESIA E5 5100
ESIA E10 10100
ESIA E20 20050
ESIA E25 24750
ESIA E50 48750
ESIA E100 96750
FLEXI FL5 4950
FLEXI FL10 9900
FLEXI FL20 19500
FLEXI FL50 48500
FLEXI FL100 97000
FREN FR10 9900
FREN FR25 24500
FREN FR50 48500
FREN FR100 97000
SMART SM5 4950
SMART SM10 9900
SMART SM20 19700
SMART SM25 24000
SMART SM50 48000
SMART SM100 96000
STARONE ST5 5250
STARONE ST10 10250
STARONE ST20 20000
STARONE STARONE ST50 48750
STARONE ST100 96750
CERIA C5 4750
CERIA C10 9350
CERIA C20 18750
CERIA C50 46500
CERIA C100 93000
HEPI H5 4950
HEPI H10 9750
HEPI H25 24300
HEPI H50 48500
HEPI H100 97000

Radio Online

Daftar isi

Diantara Sebab Musibah dan Obatnya

Segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla. Hanya kepadaNya kita memuji, meminta tolong, memohon ampunan, bertaubat dan memohon perlindungan atas kejelekan-kejelekan diri dan amal-amal yang buruk. Barang siapa yang diberi Allah petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesesatkannya dan barang siapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang dapat memberikannya hidayah taufik. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan tiada sekutu baginya. Aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hambaNya dan UtusanNya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan para sahabatnya ridwanulloh ‘alaihim ajma’in.

Pembaca yang semoga dirahmati Allah ‘Azza wa Jalla, musibah…merupakan suatu kata yang tak jarang kita dengar dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pihak yang mengklaim bahwa musibah ini terjadi karena adanya ini dan itu, datang orang lain lagi yang mengklaim karena ini dan itu, begitu seterusnya. Namun bagaimanakah islam memandang musibah, apa penyebabnya dan apa obatnya maka pada kesempatan kali ini marilah kita pelajari sekelumit dari sebab-sebab musibah tersebut dan apa obatnya agar kita dapat merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sudah menjadi sunnatullah di muka bumi adanya hukum sebab akibat, sudah barang tentu musibah yang banyak kita alami pada tahun-tahun terakhir ini pasti ada sebabnya. Salah satu sebabnya adalah sebagaimana yang disebutkan Allah ‘Azza wa Jalla di dalam kitabNya yang Mulia :

?????? ?????????? ??? ???????? ??????????? ????? ???????? ??????? ???????? ????????????? ?????? ??????? ???????? ??????????? ???????????

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Ar Ruum [30] : 41)

Ibnu Zaid rahimahullah mengatakan yang dimaksud dengan : perbuatan tangan manusiadalam ayat di di atas adalah dosa-dosa. Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan bahwa yang menjadi sebab Allah menampakkan sebagian kerusakan di muka adalah dosa-dosa. Maka lanjutan ayat (yang artinya) : “supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka”, yang diamaksud dengan sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka adalah sebahagian akibat dari dosa-dosa yang mereka kerjakan. Dengan demikian sebab kerusakan-kerusakan yang tampak di muka bumi berupa berbagai kekurangan, bahaya, kesedihan, penyakit dan lain sebagainya yang Allah tampakkan adalah kemaksiatan yang dilakukan oleh hamba-hambaNya, setiap hambaNya melakukan kemaksiatan maka Allah ‘Azza wa Jalla akan timpakan kepada mereka bencana sebagai hukuman atas perbuatan mereka[1]. Dari dua penjelasan ulama’ di atas maka jelaslah bagi kita sebab bencana dan musibah yang kita alami adalah karena perbuatan maksiat yang dilakukan oleh manusia.

Saudara-saudaraku seagama yang semoga selalu diberikan rahmat dan taufiqNya, ketahuilah kemaksiatan yang paling besar yang dilakukan manusia di muka bumi ini adalah perbuatan syirik kepada Penciptanya, yakni Allah ‘Azza wa Jalla sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kitabNya yang mulia :

????? ????????? ???????? ???????

“Sesungguhnya kesyirikan itu adalah benar-benar  kedholiman (kemaksiatan) yang besar(Luqman [31] : 13)

Bahkan syirik adalah sebuah dosa yang tidak Allah ampuni jika seseorang tidak bertaubat darinya sebelum dia mati, padahal Allah ‘Azza wa Jalla  Dzat yang Maha Pengampun, akan tetapi hal ini sebagaimana yang dikatakan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah, karena kesyirikan adalah bentuk pelanggaran terbesar terhadap hak Allah ‘Azza wa Jalla[2]. Sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala :

????? ??????? ??? ???????? ???? ???????? ???? ?????????? ??? ????? ?????? ?????? ??????? ?????? ???????? ????????? ?????? ????? ???????? ????????

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang di bawah syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat (dari kebanaran[3]) sejauh-jauhnya”. (An Nisaa’ [4] : 116)

Maka jelaslah bagi kita bahwa kesyirikan adalah kemaksiatan yang paling parah yang dilakukan hamba kepada Robbnya.

Lalu apakah obatnya dari penyakit kesyirikan ini ? Maka jawabnya sudah barang tentu adalah kebalikan dari kesyirikan yaitu mentauhidkan Allah ‘Azza wa Jalla. Tauhid adalah mengesakan Allah dalam hal-hal yang merupakan kekhususan Allah yang meliputi Rububiyah (Allah adalah Pencipta, Pemilik dan Pengatur alam semesta, pen.), Uluhiyah (Allah adalah satu-satunya  Dzat yang berhak disembah, pen. ) dan Asma’ wa Shifat (nama-nama dan shifat, pen. )[4]. Tentulah tauhid yang kita maksudkan di sini harus berdasarkan ilmu yaitu berdasarkan Kitabullah dan Sunnah NabiNya shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pemahaman para ulama salafush sholeh dari kalangan para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Kemudian sebab yang kedua adalah jahilnya sebagian besar ummat islam terhadap agama mereka, yang ini merupakan suatu hal yang kita lihat bersama. Berapa banyak kaum muslimin yang ketika ditanya Dimana Allah? Maka jawaban yang kita dapatkan tidak jarang mereka menjawab dengan jawaban yang tidak semestinya keluar dari lisan seorang muslim, semisal jawaban Allah itu ada dimana-mana, Allah itu ada di hati saya dan lain sebagainya. Padahal telah tegas Allah Subhanahu wa Ta’ala tegaskan dalam firmanNya :

??????????? ????? ????????? ????????

“Ar Rahman (Allah) beristiwa’ di atas ArsyNya” (Thaha  [20] : 5)

Maka telah benarlah apa yang dikatakan oleh Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam :

????? ??????? ??? ???????? ????????? ??????????? ? ???????????? ???? ?????????? ? ???????? ???????? ????????? ???????? ???????????? ? ?????? ????? ???? ?????? ???????? ? ???????? ???????? ???????? ????????? ?????????? ? ??????????? ???????? ?????? ? ????????? ???????????

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu (agama, pen.) dengan serta-merta dari hamba-hamba Nya. Tetapi, Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan ulama, sehingga Allah tidak menyisakan ulama’. Maka, manusia mengambil orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Lalu, mereka ditanya, dan mereka memberi fatwa tanpa ilmu, maka mereka telah sesat dan menyesatkan (orang lain, pen.) ” [HR. Bukhori no. 100]

Demikian juga sabda Nabi yang Mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam :

????????? ????? ???????? ????????? ??????????? ????????? ?????? ?????????? ??????????? ?????? ?????????? ???????????? ?????? ?????????? ??????????? ?????? ????????? ?????????? ?????? ??????????????? ????? ????? ??????????????? ????? ????????? ?????????? ??? ?????? ???????????

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang menipu, orang yang berdusta dibenarkan, orang yang berkhianat diberi amanat, orang yang amanat dianggap khianat dan akan ada Ruwaibidhah”. Para sahabat bertanya, “Apa itu Ruwaibidhah?” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan : “Orang yang hina lagi jahil (berbicara tentang, pen.) urusan orang banyak”[5].

Maka obat dari penyakit yang kedua ini adalah menuntut ilmu agama, dan ia adalah suatu yang wajib bagi setiap muslim dan muslimah sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

?????? ????????? ????????? ????? ????? ????????

“Menuntut ilmu (agama, pen.)hukumnya wajib bagi setiap muslim”[6].

Dan tidak diragukan lagi bahwa kata muslim dalam hadits ini mencakup muslim dan muslimah sebagaimana yang telah ma’ruf dalam kaidah fiqh. Inilah dua dari sekian banyak sebab turunnya berbagai macam adzab Allah beserta obatnya. Dengan demikian kami mengajak diri kami sendiri dan para pembaca sekalian untuk marilah kita mewaspadai dua penyakit di atas dengan giat menuntut ilmu agama dan diiringi dengan mengamalkannya, Allahu A’lam bish Showab.

Al Faaqir ilaa Maghfiroti Robbihi,

Aditya Budiman


[1] Lihat lihat Ad Daa’u wad Dawa’u oleh Ibnu Qoyyim Al Jauziyahrahimahullah- dengan tahqiq Syaikh ‘Ali bin Hasan Al Halaby –hafidzahullah-, hal 100, Terbitan Dar Ibnul Jauzy, Riyadh, cetakan ke dua.

[2] Lihat Al Quolul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid, hal. 113 terbitan Dar Ibnul Jauzy, Riyadh, cetakan kedua.

[3] Lihat Tafsir Jalalain Li Imamaini Al Jalilaini Muhammad bin Ahmad Al Mahalli dan Abdurrahman bin Abi Bakr As Suyuthi, dengan ta’liq dari Syaikh Shofiyurrahman Al Mubarokfuri hal. 106, terbitan Darus Salam, Riyadh, cetakan kedua.

[4] Lihat Al Quolul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid, hal. 8 terbitan Dar Ibnul Jauzy, Riyadh, cetakan kedua.

[5] HR. Ibnu Majah no. 4172 dan dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 1887 [Asy Syamilah].

[6] HR. Ibnu Majah no. 229 dan dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam Takhrij Ahaadits Musykilatul Fiqr no. 226. [Asy Syamilah]

http://alhijroh.co.cc/fiqih-tazkiyatun-nafs/diantara-sebab-musibah-dan-obatnya/

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Add to favorites
  • Twitter

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>