Radio Online

Daftar isi

Server Pulsa Elektrik

MUSLIMPULSA adalah Pusat Isi Ulang Pulsa Elektrik satu chip untuk semua operator (1 chip all operator) yang mudah,murah, dan dapat didownlinekan.

MUSLIMPULSA menyediakan voucher / pulsa elektrik murah untuk simPATI, Kartu As, Mentari, IM3, XL, Three, Flexi, Fren, Hepi, Esia, Starone, dan AXIS dengan berbagai nominal voucher / pulsa. Dimana dan kapan saja seluruh agen MuslimPulsa dapat melakukan transaksi isi ulang pulsa elektrik dengan mudah dan nyaman.

Untuk kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi, maka selain deng an SMS juga disediakan transaksi via Yahoo! Messenger, sehingga dapat  melakukan transaksi dengan gratis.

Anda bisa melakukan penjualan isi ulang pulsa prabayar Anda dengan keuntungan tinggi, dikarenakan MuslimPulsa didukung oleh server 24 jam yang berkecepatan tinggi, dan didukung oleh distributor M-KIOS TELKOMSEL, SEV ISAT, DOMPUL XL, F-KIOS FLEXI, ISI ESIA, EVO-FREN,SMART,DLL. Sehingga produk kami sangat murah (kompetitif) dan dapat melakukan pengisian pulsa elektrik ke pelanggan dengan sangat cepat.

Keuntungan bergabung dengan MuslimPulsa :

  • Saldo Deposit Bebas, mulai Rp 50.000,-. Hanya dengan saldo yang minim, Anda sudah dapat melakukan transaksi isi ulang pulsa. Cukup dengan 50 ribu, Anda sudah dapat berjualan pulsa elektrik. Anda dapat menyetorkan deposit melalui ATM / Teller / SMS Banking / Phone Banking / Internet Banking, sehingga memudahkan Anda untuk memulai usaha. Kami akan mentransfer SELURUH jumlah yang Anda setorkan kepada kami, termasuk kode unik yang Anda tambahkan pada jumlah setoran. Tanpa kerugian sedikitpun pada sistem deposit. Deposit ini berupa nilai Rupiah, bukan satuan unit, sehingga lebih fleksibel. Deposit Anda tanpa kadaluarsa, masa aktif ataupun masa tenggang.
  • Bebas fee deposit. Kami tidak memungut bea deposit sepeserpun. Agen/reseller bisa dengan nyaman berjualan pulsa tanpa kehilangan keuntungan.
  • Harga sangat kompetitif, menyesuaikan dengan harga pasar. Dengan harga pulsa elektrik yang murah dan wajar, silahkan menikmati margin/keuntungan yang tinggi bersama kami. Di saat harga modal kami turun sekalipun, kami menyesuaikannya untuk para agen/reseller MuslimPulsa.
  • Transaksi isi ulang pulsa yang cepat. Server kami mampu melakukan transaksi per detik, tanpa adanya gangguan operator ataupun masalah teknis, pulsa akan segera sampai ke tujuan dengan cepat.
  • Tidak ada target minimum transaksi. Tidak ada ketetapan jumlah target transaksi Anda. Agen/reseller sama sekali tidak memiliki target penjualan, tidak berkewajiban menjual kartu perdana ataupun voucher fisik.
  • Tidak ada batasan jumlah transaksi, silahkan isi ulang sebanyak mungkin. Dapat bertransaksi sebanyak dan semaksimal mungkin selama deposit masih mencukupi.
  • Deposit mulai pukul 08.00 WIB s/d 21.00 WIB (Senin-Ahad). Keleluasan waktu deposit memberikan kenyamanan plus bagi para agen/reseller.
  • Transaksi isi ulang 24 jam non-stop. Anda dapat melakukan transaksi 1×24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, termasuk hari libur sekalipun, sehingga bisnis Anda tidak dibatasi oleh waktu.
  • Produk pulsa elektrik yang lengkap dan variatif. Hanya dengan satu buah ponsel, Anda dapat mengisi pulsa elektrik seluruh operator selular, baik GSM maupun CDMA. Nikmati kemudahan tanpa batas.
  • Otomatis. Seluruh transaksi isi ulang pulsa elektrik dilakukan secara otomatis oleh sistem server. Transaksi Anda pun menjadi lancar dan tidak perlu menunggu lama. Kelalaian human errorpun dapat dihindari.
  • Sistem proteksi. Tanpa transaksi ganda, satu nomor pelanggan hanya dapat diisi satu kali dengan denominasi yang sama dalam kurun waktu 1×24 jam. Untuk pengisian lebih dari satu kali ke nomor yang sama dapat dilakukan dengan denominasi yang berbeda. Sistem ini meminimalisir kelalaian agen/reseller dan atau gangguan operator.
  • Sistem refund yang Auto-reverse. Terkadang gangguan operator menimbulkan masalah teknis; kegagalan pengisian pulsa. Tak perlu cemas, saldo deposit Anda akan di-refund (dikembalikan) secara otomatis oleh sistem server.
  • Transaksi bisa via Yahoo Messenger. Seluruh transaksi Anda bisa lakukan melalui Yahoo Messenger. Transaksi bisa lebih cepat dan tentu saja tidak ada biaya SMS.

Auto Draft

alhamdulillah….

telah hadir produk transfer pulsa @ muslimpulsa.com, berupa produk dari three(ready stock),telkomsel,indosat,xl,flexi,esia,axis (segera)
dengan transfer pulsa anda akan mendapatkan pulsa yang lebih murah dan hemat, sehingga anda akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dari penjualan pulsa reguler anda…

three…..kodenya: TPT10,30,60,dan 90
telkomsel…..kodenya: TPS50,100 (segera)
indosat……..kodenya : TPI50,100 (segera)
xl …………..kodenya : TPX50,100 (segera)
flexi………….kodenya :TPF50,100 (segera)
esia………….kodenya : TPE50,100 (segera)

yuk…tunggu apalagi buruan dicoba….^_^

Auto Draft

1. Selalu mengingat bahwasanya Allah selalu mengawasi perbuatanmnu, dan hendaknya engkau malu kepada Allah tatkala bermaksiat kepadanya dengan mengumbar pandanganmu. Dimana saja engkau berada Allah pasti mengawasimu. Tatkala engkau di kamar sendiri dihadapan komputer, tatkala engkau sedang membuka internet, sedang membuka lembaran-lembaran majalah.

2 Ingatlah bahwa matamu akan menjadi saksi atas perbuatanmu pada hari kiamat. Janganlah engkau jadikan matamu sebagai saksi bahwa engkau telah memandang hal yang haram, namun jadikanlah dia sebagai saksi bahwasanya engkau menundukkan pandanganmu karena Allah

3 Ingatlah ada malaikat yang mengawasimu dan mencatat seluruh perbuatanmu. Jangan sampai malaikat mencatat bahwa engkau telah memandang wanita yang tidak halal bagimu. Malulah engkau kepada malaikat tersebut.

4 Ingatlah bahwa bumi yang engkau pijak tatkala engkau mengumbar pandanganmu juga akan menjadi saksi atas perbuatanmu.

5 Ingatlah akan buah dan faedah-faedah dari menjaga pandangan. Berkata Mujahid, “Menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah menimbulkan kecintaan kepada Allah”[39]. Yakinlah jika engkau menahan pandanganmu maka Allah akan menambah cahaya imanmu, dan engkau akan semakin bisa merasakan kenikmatan beribadah kepada Allah. Shalatmu akan bisa lebih khusyuk

Ibnul Qoyyim[40] menjelaskan bahwa barangsiapa yang menundukkan pandangannya dari melihat hal-hal yang haram maka dia akan meraih faedah-faedah berikut ini:

1) Menyelamatkan hati dari pedihnya penyesalan karena barangsiapa yang mengumbar pandangannya maka akan berkepanjangan penyesalan dan penderitaannya. Pandangan ibarat bunga api yang menimbulkan besarnya nyala api

2) Menimbulkan cayaha dan kemuliaan di hati yang akan nampak di mata, di wajah, serta di anggota tubuh yang lain

3) Akan menimbulkan firasat (yang baik) bagi orang yang menjaga pandangannya. Karena firasat bersal dari cahaya dan merupkan buah dari cahaya tersebut. Maka jika hati telah bercahaya akan timbuk firasat yang benar karena hati tersebut akhirnya ibarat kaca yang telah dibersihkan.

4) Akan membukakan baginya pintu-pintu dan jalan-jalan ilmu

5) menimbulkan kekuatan hati dan keteguhan hati serta keberanian hati

6) Menimbulkan kegembiraan dalam hati dan kesenangan serta kelapangan dada yang hal ini lebih nikmat dibandingkan keledzatan dan kesenangan tatkala mengumbar pandangan.

7) Terselamatkannya hati dari tawanan syahwat

8) Menutup pintu diantara pintu-pintu api neraka jahannam karena pandangan adalah pintu syahwat yang mengantarkan seesorang untuk mengambil tindakan (selanjutnya yang lebih diharamkan lagi-pen). Adapun menunundukkan pandangan menutup pintu ini

9) Menguatkan akal dan daya fikir serta menambahnya dan menegarkannya karena mengumbar pandangan tidaklah terjadi kecuali karena sempitnya dan ketidakstabilan daya pikir dengan tanpa memperhitungkan akibat-akibat buruk yang akan timbul.

10) Hati terselamatkan dari mabuk kepayang karena syahwat dan mampu menolak hantaman kelalaian. Allah berfirman tentang orang-orang yang mabuk kepayang: “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”. (QS. 15:72)

7 Berupaya bersungguh-sungguh untuk membiasakan diri menjaga pandangan. Dan barang siapa yang berusaha untuk bersabar maka Allah akan menjadikannya orang yang sabar. Jika jiwamu terbiasa menundukkan pandangan maka kelak akan menjadi mudah bagimu. Walaupun pada mulanya memang terasa sangat sulit, namun berusahalah!

8 Menjauhi tempat-tempat yang rawan timbulnya fitnah pandangan, walaupun akibat dari menjauhi tempat-tempat tersebut engkau luput dari sebagian kemaslahatanmu. Jika engkau ingin membuka internet bawalah teman yang bisa menasehatimu sehingga engkau tidak memandang hal-hal yang terlarang, Sesungguhnya jika engkau membukanya sendiri maka syaithan lebih mudah menjerumuskanmu. Jauhilah engkau dari menonton film dan sinetron dengan dalih untuk mengisi waktu luang dan untuk rileks. Demikian juga janganlah engkau mendekati hal-hal yang merupakan sarana mengumbar aurat wanita hanya karena alasan untuk mengikuti berita dan mengikuti perkembangan informasi dunia.

9 Jauhkan dirimu dari melihat hal-hal yang tidak perlu, dengan cara ketika engkau berjalan hendaknya engkau memandang kebawah kearah jalanmu, dan jangan engkau mengumbar pandanganmu ke kanan, ke kiri, dan kebelakang. Karena barangsiapa yang mengumbar pandangannya pasti dia akan terjerumus untuk memandang perkara yang diharamkan oleh Allah.[41]

10 Banyak membasahi lisan dengan dzikir kepada Allah, karena dzikir merupakan benteng dari gangguan syaitan. Biasakanlah dirimu dengan membaca dzikir pagi dan petang demikian juga dengan dzikir-dzikir yang lain, terlebih lagi di kala fitnah aurat wanita berada di hadapannya hingga engkau bisa menolak gangguan syaitan. Dengan berdzikir maka engkau akan tersibukkan mengingat kebesaran Allah sehingga tidak terlintas keinginan memandang hal-hal yang haram. Dengan berdzikir engkau akan semakin malu kepada Allah untuk memandang perkara yang tidak halal bagimu.

11 Jika engkau belum menikah maka menikahlah. Sesungguhnya dalam pernikahan terlalu banyak manfaat untuk membantu engkau menundukkan pandanganmu

12 Jika engkau telah beristri ingatlah bahwa dengan mengumbar pandangan syaitan menjadikan engkau tidak menikmati apa yang telah Allah halalkan bagimu. Syaitan menghiasi perkara yang haram yang telah engkau lihat dengan seindah-indahnya padahal tidak sesuai dengan kenyataan. Barang siapa yang menjaga pandangannya maka dia akan menemukan kenikmatan pada apa yang telah dihalalkan Allah baginya.

13 Pengorbananmu dengan menahan matamu dari memandang hal-hal yang menawan namun diharamkan bagimu, akan diganti oleh Allah dengan yang lebih baik lagi bagimu. Rasulullah bersabda,

??????? ???? ?????? ??????? ??????? ?????? ?????????? ????? ??? ???? ????? ???? ??????
“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah kecuali Allah akan menggantikan bagi engkau yang lebih baik darinya”[42]

Jika yang akan engkau pandang adalah wanita yang cantik dan molek ingatlah bahwa Allah akan menggantikannya dengan yang jauh lebih cantik, molek dan montok, ketahuilah! dialah bidadari. Ingatlah janji yang Allah berikan pada orang-orang yang bertakwa yaitu bidadari di surga yang kecantikannya tidak bisa dibandingkan dengan wanita di dunia. Betapapun engkau berusaha untuk membayangkan kecantikannya dan kemolekan tubuhnya, maka engkau tidak akan pernah bisa membayangkannya. Bidadari lebih cantik dan lebih molek dan lebih menawan dari yang kau khayalkan karena sesungguhnya Allah menyediakan bagi hamba-hambaNya yang bertakwa di surga apa yang tidak pernah mereka lihat, dan tidak pernah mereka dengar dan tidak pernah terlintas dalam benak mereka.

14 Hendaknya engkau selalu mengingat nikmat yang telah Allah berikan kepadamu, dan engkau akan dimintai pertanggungjawaban atas nikmat tersebut, untuk apakah nikmat tersebut engkau manfaatkan? Pandangan mata adalah nikmat yang luar biasa, tentunya bentuk syukur engkau atas nikmat pandanganmu itu hendaknya enggau gunakan untuk hal-hal yang diridhai oleh Allah. Berkata Ibnul Jauzi,“Fahamilah wahai saudaraku apa yang akan aku wasiatkan kepadamu. Sesungguhnya matamu adalah suatu nikmat yang Allah anugrahkan kepadamu, maka janganlah engkau bermaksiat kepada Allah dengan karunia ini. Gunakanlah karunia ini dengan menundukkannya dari hal-hal yang diharamkan, niscaya engkau akan beruntung. Waspadalah! Jangan sampai hukuman Allah (karena engkau tidak menjaga pandangan) menghilangkan karuniaNya tersebut. Waktumu untuk berjihad dalam menundukkan pandanganmu terfokus pada sesaat saja. Jika engkau mampu melakukannya (menjaga pandanganmu di waktu yang sesaat tersebut) maka engkau akan meraih kebaikan yang berlipat ganda dan engkau selamat dari keburukan yang berkepanjangan”.[43]Jika engkau memang telah terlanjur memandang wanita yang tidak halal engkau pandangi dan hatimu telah terkait dengannya, sulit untuk melupakannya maka beristigfarlah kepada Allah dan berdoalah kepada Allah agar engkau bisa melupakannya. Berkata Ibnu Muflih dalam kitabnya Al-Furu’,[44] “Dan hendaknya orang yang berakal menjauhi sikap mengumbar pandangan karena mata melihat apa yang tidak ia mampui (apalagi) yang dipadangnya bukan pada hakikat yang sebenarnya. Bahkan terkadang hal itu menyebabkan mabuk kepayang maka rusaklah tubuhnya dan juga agamanya. Barangsiapa yang terkena musibah seperti ini maka hendaknya ia memikirkan aib-aib para wanita. Ibnu Mas’ud berkata,

????? ??????????? ?????????? ????????? ???????????? ???????????? ????? ?????? ??????? ?????????? ?????????? ???? ???????? ???????? }???????? ??????? ????????? ???????????|

“Jika seorang wanita membuat salah seorang dari kalian takjub maka hendaknya ia mengingat hal-hal yang bau dari wanita tersebut, sungguh tidak ada yang lebih menakjubkan tentang aibnya para wanita di dunia dengan firman Allah |???????? ?????? ????????? ???????????} (dan untuk mereka di surga istri-istri yang suci)”[45] ,

?????????? ?????? ???????? ???? ???? ????? ??????? ?? ???? ????? ??????? ?? ???? ????? ????????? ?? ???? ????? ??????? ?? ???? ????????????

Ya Allah aku berlindung kepadamu dari keburukan pendengaranku, dari keburukan pandanganku, dari keburukan lisanku, dari keburukan hatiku, dan dari keburukan maniku (kemaluanku)[46]

Kota Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Jum,at 24 September 2004

Firanda Andirja

[38] Diringkas dan disadur dengan tasharruf dari tulisan Doktor Abdullaoh bin Ali Al-Ju’aitsin yang berjudul “Sihaamul A’yun” dan disertai tambahan dari penulis

[39] Majmu’ Al-Fatawa 15/396

[40] Raudhotul Muhibbin hal 95-103

[41] Apalagi di Indonesia. Orang yang menundukkan pandangannya kearah bawah saja terkadang tidak selamat dari memandang aurat wanita –apalagi ketika naik kendaraan yang bercampur baur dengan wanita-, terlebih lagi orang yang matanya jelalatan ke sana kemari!

[42] Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani (sebagaimana diisyaratkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ad-Dho’ifah I/62 no 5, beliau berkata, “Sanadnya shahih sesuai dengan persyaratan Imam Muslim”)

[43] Dzammul Hawa hal78

[44] Sebagaimana dinukil dalam manarus sabil 2/122

[45] QS Al-Baqoroh ayat 25, yaitu para wanita surga mereka suci terbebas dari haid, ingus, dahak, kencing, tai, mani, ludah dan hal-hal yang kotor. Hal ini sebagaimana tafsiran dari Ibnu Abbas dan juga Mujahid (Lihat tafsir Ibnu Katsir QS 2:25)

[46] HR At-Thirmidzi no 3492, Abu Dawud no 1551, An-Nasai no 5444, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani.

http://farannisa.com/adab-dan-etika-seorang-muslim/172-kiat-kiat-menjaga-pandangan.html

3 Faidah Agung Menjaga Pandangan

?????? ??????? ??????????? ??????????

3 Faidah Agung Menjaga Pandangan

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala Semoga sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita, Nabi akhir zaman Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.

Salah satu ajaran mulia dalam islam adalah menundukkan pandangan bahkan ia diperintahkan Allah ‘azza wa jalla kepada orang-orang yang beriman dari hamba-hambanya, dan ini menunjukkan mulianya apa yang diperintahkan, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

???? ??????????????? ????????? ???? ????????????? ???????????? ??????????? ?????? ??????? ?????? ????? ??????? ??????? ????? ???????????

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman[1], “Hendaklah mereka menundukkan pandanganya, dan menjaga kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS : An Nuur [24] : 30).

Pada ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala mendahulukan penyebutan menundukkan pandangan dari pada menjaga kemaluan, maka hal ini menunjukkan pentingnya menundukkan pandangan sebagai sarana untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit yang dapat merasuk ke dalamnya, setelah itu barulah hati itu dapat tumbuh dan berkembang dengan diberi makanan hati yang berupa amal keta’atan sebagaimana badan yang juga butuh makanan agar dapat tumbuh dan berkembang.

Maka pada kesempatan ini kami nukilkan 3 faidah yang sangat agung dari suatu ibadah yang agung, yaitu menundukkan pandangan dari apa yang dijelaskan oleh Ibnul Qoyyim rohimahullah secara ringkas[2],

[1.] Faidah Pertama, dapat merasakan manisnya iman, dimana ia merupakan suatu hal yang lebih baik, lebih lezat dari apa yang ia palingkan matanya dari melihatnya dan yang ia tinggalkan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka barangsiapa yang meninggalkan sesuatu apapun karena Allah maka Allah ‘azza wa jalla akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang dia tinggalkan tersebut. Sebagaimana dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam,

??????? ???? ?????? ??????? ??????? ????? ??????? ?????? ????????? ??????? ???? ??? ???? ?????? ???? ??????

“Sesungguhnya tidaklah sesuatu yang kalian tinggalkan karena Allah ‘azza wa jalla kecuali pasti akan Allah gantikan untukmu dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang dia tinggalkan”[3].

Ibnul Qoyyim rohimahullah menyebutkan bahwa,

“Pandangan itu merupakan utusan hati, hatilah yang mengutus pandangan untuk melihat apa yang bisa dikabarkannya dari keindahan apa yang terlihat. Kemudian dari apa yang dilihat inilah muncul rasa rindu, yang kemudian berubah menjadi rasa cinta yang selanjutnya rasa cinta ini dapat berubah menjadi rasa cinta yang bersifat penghambaan, sehingga hatinya menjadi hamba apa yang dia cintai yang semula hanya berawal dari apa yang dia lihat. Sehingga akhirnya mengakibatkan letihnya hati dan hatinya akan menjadi tawanan apa yang ia lihat. Kemudian sang hati yang telah letih ini mengeluhkan keletihannya pada pandagan, namun apa yang dikatakan pandangan tidaklah seperti yang dia harapkan. Dia mengatakan, “Aku hanyalah sebagai utusanmu dan engkaulah yang mengutusku”[4].

Maka semakin bertambahlah sakit yang dirasakan hati dan beginilah salah satu ujian bagi hati yang kosong dari kecintaan kepada Allah dan ikhlas kepadaNya, sehingga dengan ini terlihatlah bagi kita dampak buruk dari tidak menjaga pandangan[5].

Kemudian Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan,

“Sesungguhnya hati itu pasti bergantung apa yang dicintainya, maka barangsiapa yang tidak menjadikan Allah lah satu-satunya yang dia cintai dan ilaah yang dia sembah sudah barang tentu hatinya akan menyembah/beribadah kepada selainNya”[6].

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Yusuf ‘alaihis salam,

???????? ?????????? ?????? ???????? ?????????????? ??????? ???? ?????????? ??????????????

“Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran (khianat[7]) dan kekejian (keinginan untuk berzina[8]). Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang ikhlas dalam kerta’atannya[9]”. (QS : Yusuf [12] : 24).

Maka lihatlah saudaraku betapa Allah ‘azza wa jalla kaitkan antara menjadi hamba yang ikhlas dalam keta’atannya kepada Allah, dimana salah satu jalannya adalah dengan memalingkan pandangan dari sesuatu yang haram dilihat[10] dan ini adalah salah satu sebab Nabi Yusuf alaihis salam bisa berpaling dari perzinaan dan pengkhianatan padahal saat itu Beliau adalah seorang yang masih muda, belum menikah, terasing dan seorang budak dari majikan suami orang yang mengajaknya berzina.

[2.] Faidah Kedua, membuat hati menjadi bercahaya dan melahirkan firasat yang benar.

Ibnu Syujaa’ Al Karmani rohimahullah mengatakan,

“Barangsiapa yang menjaga dhohirnya dengan mengikuti sunnah dan batinnya dengan perasaan selalu diawasi Allah ‘azza wa jalla (muroqobah), menahan diri dari mengikuti syahwat, menundukkan pandangan dari melihat hal-hal yang haram dan menjaga diri untuk tidak makan yang haram maka firasatnya tidak akan meleset”.

Demikian juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika menceritakan kaum Nabi Luth alaihis salam dan musibah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala timpakan kepada mereka kemudian setelah itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

????? ??? ?????? ????????? ??????????????????

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi Al Muwassimin[11]”. (QS : Al Hijr [15] : 75).

Al Muwassimin dalam ayat ini ditafsirkan oleh Ibnul Qoyyim rohimahullah sebagai orang-orang yang penglihatan mereka selamat dari melihat hal-hal yang haram dan keji[12].

Dalam surat An Nuur Allah ‘azza wa jalla berfirman tentang manfaat yang diperoleh orang-orang yang menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan kemaluannya[13] :

??????? ????? ????????????? ???????????

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi”. (QS : Al Nuur [24] : 35).

Setelah membawakan ayat ini Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan,

“Rahasia dari hal ini adalah bahwa balasan dari suatu amal adalah sesuai dengan amalan yang dikerjakan. Barangsiapa yang menundukkan pandangannya dari melihat yang haram maka Allah akan gantikan dengan sesuatu yang lebih baik darinya. Maka sebagaimana ia menahan pandangan dari hal-hal yang diharamkan maka demikian jugalah Allah akan penuhi hati dan pandangan orang tersebut dengan cahayaNya sehingga dia akan dapat melihat (dengan hatinya yang telah dipenuhi cahaya) apa yang tidak terlihat oleh orang yang tidak menundukkan pandangannya dari hal yang Allah Subhanahu wa Ta’ala haramkan”.

Kemudian Beliau rohimahullah mengatakan,

“Maka hati itu laksana cermin dan hawa nafsu laksana karat yang mengotorinya, apabila cermin tersebut bersih dari noda karat tersebut maka ia akan dapat terlihat sesuatu sebagai mana hakikatnya”[14].

[3.] Faidah Ketiga, Timbulnya kekuatan, keteguhan dan keberanian hati.

Allah akan memberikan kepada orang yang menjaga pandangannya dari hal yang haram berupa kekuatan pertolonganNya, sebagaimana Allah memberikan cahayaNya kepada orang ini berupa kekuatan hujjah. Maka pada diri orang ini terkumpul dua kekuatan yang menyebabkan setan lari darinya, sebagaimana dikatakan dalam sebuah atsar,

????? ?????????? ????????? ??????? ???????? ???????????? ???? ???????

“Sesungguhnya setan akan lari dari orang yang menyelisihi hawa nafsunya”[15].

Oleh sebab itu hal ini tidak akan didapatkan orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang berjiwa nista dan rendah. Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman,

????? ???????? ????? ?????????? ?????????? ????????????? ???? ???????? ???????????

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati berkaitan dengan masa lalu, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman[16]”. (QS : Ali ‘Imran [3] : 138).

Demikian juga firman Allah Subahanahu wa Ta’ala,

???? ????? ??????? ?????????? ????????? ?????????? ????????

“Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka milik Allahlah kemuliaan itu semuanya”. (QS : Fathiir [35] : 10).

Dengan demikian maka barangsiapa yang ingin mendapatkan kemulian maka hendaklah ia mencarinya dengan taat kepada Allah, dengan al kalamuth thayyib (kata-kata yang baik[17]), dan amal yang sholeh. Demikian juga sabda Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam,

???? ????????? ????? ????? ???????? ???????? ?????? ????? ?????? ? ????????? ???????? ?????? ? ?????? ????????? ????? ???????? ???????? ????? ?????? ????? ???????? ? ?????????? ???????? ????????

“Barangsiapa yang mencari ridho Allah walaupun manusia murka maka Allah ridho padanya dan menjadikan manusiapun ridho padanya. Dan barangsiapa yang mencari ridho manusia walaupun Allah murka maka Allah akan murka padanya dan Allah jadikan manusiapun murka padanya”[18].

Dengan demikian kita katakan pula bahwa

“Barangsiapa yang taat kepada Allah maka Allah akan mengasihinya dan melindunginya, tidak akan hina orang yang dikasihi dan dilindungi Robbnya”[19].

Sebagaimana yang diajarkan Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam dalam salah satu do’a qunut,

??????? ??? ??????? ???? ????????? ????? ??????? ???? ?????????

“Sesungguhnya tidaklah hina orang yang engkau kasihi dan engkau tolong. Dan tidaklah mulia orang yang engkau musuhi”[20].

Suatu barang tentu menundukkan pandangan adalah suatu yang Allah ridhoi karena ia adalah perintah dari Rob Semesta Alam.

Demikianlah, mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi penulis sebagai suatu amal yang diterima Allah ‘Azza wa Jalla dan dapat kita terapkan bersama, Amiin yaa Mujibas Saa’ilin. Semoga sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita shollallahu ‘alaihi was sallam.

Ketika hendak merebahkan diri, Jum’at 2 Sya’ban 1430 H/ 24 Juli 2008 M

Aditya Budiman

[Yang Sangat Membutuhkan Ampunan Robbnya]
[1] Syaikh Abdurahman As Sa’di rohimahullah dalam kitabnya Taisirul Karimir Rahman berkata ketika menafsirkan ayat ini, “Berikanlah kepada mereka petunjuk (hidayah irsyad, wahai Muhammad, pent.) dan katakan kepada orang-orang yang ada pada diri mereka iman agar mencegah diri mereka kosong dari iman.[lihat Taisirul Karimir Rahman hal. Cetakan Dar Ibnu Hazm, Beirut, Lebanon]. Maka perkataan Beliau ini menunjukkan salah satu tujuan mulia dari disyari’atkannya menundukkan pandangan dari melihat yang diharamkan. Allahu A’lam.

[2] Diringkas dari kitab Ighotsatul Lahfan fi Mashoyidisy Syaithon oleh Ibnul Qoyyim rohimahullah dengan takhrij hadits dari Syaikh Al Albaniy rohimahullah dan tahqiq dari Syaikh ‘Ali bin Hasan Al Halabiy hafidzahullah hal. 103-107/I, terbitan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh.

[3] HR. Ahmad no. 21996 dan dinyatakan shahih oleh Syaikh ‘Ali bin Hasan Al Halaby hafidzahullah dalam tahqiq dan ta’liq Beliau untuk Ighotsatul Lahfan fi Mashoyidisy Syaithon hal. 104.

[4] Lihat Ighotsatul Lahfan fi Mashoyidisy Syaithon hal. 104-105 dengan perubahan redaksi dari kami.

[5] Idem.

[6] Lihat Ighotsatul Lahfan fi Mashoyidisy Syaithon hal. 105.

[7] Lihat Tafsir Jalalain Li Imamaini Al Jalalain Muhammad bin Ahmad Al Mahalli dan Abdurrahman bin Abi Bakr As Suyuthi, hal. 247 dengan ta’liq dari Syaikh Shofiyurrahman Al Mubarokfuri cetakan Darus Salam, Riyadh, KSA, dan cetakan inilah yang kami jadikan pegangan untuk tafsir Jalalain.

[8] Idem.

[9] Idem.

[10] Sehingga dapat memalingkan dirinya dari perbuatan zina dan hal ini dapat terjadi karena Beliau ‘alaihis salam telah merasakan manisnya iman dimana Beliau menerima perintah Allah dengan penuh ketaatan dan pembenaran, dan ini dalah salah satu hakikat dari hati yang salim/selamat yang disebutkan oleh Ibnul Qoyyim rohimahullah dalam kitabnya yang lain Miftah Daris Sa’adah wa Mansyur Walayata Ahlil ‘Ilmi wal Irodah hal. 200/I yang ditahqiq oleh Syaikh ‘Ali bin Hasan Al Halaby hafidzahullah dan dimuraja’ah oleh Syaikh Bakr Abu Zaid rohimahullah cet. Dar Ibnu Affan, Kairo, Mesir.pent.

[11] Dalam Tafsir Jalalain Li Imamaini Al Jalalain Muhammad bin Ahmad Al Mahalli dan Abdurrahman bin Abi Bakr As Suyuthi hal. 275 dikatakan bahwa yang dimaksud dengan ????????????????? adalah orang-orang yang memperhatikan peringatan (dari Robbnya,pent.)

[12] Lihat Ighotsatul Lahfan fi Mashoyidisy Syaithon hal. 105.

[13] Setelah sebelumnya pada surat yang sama pada ayat 30 Allah ‘Azza wa Jalla perintahkan mereka orang-orang beriman untuk menundukkan pandangannya, pent.

[14] Lihat Ighotsatul Lahfan fi Mashoyidisy Syaithon hal. 106.

[15] Syaikh ‘Ali bin Hasan Al Halaby hafidzahullah mengatakan, “(atsar ini) tidaklah benar/shahih jika dikatakan marfu’ hadits Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam. [lihat ta’liq Beliau untuk Ighotsatul Lahfan fi Mashoyidisy Syaithon hal. 106].

[16] Maksudnya jika kamu benar-benar orang yang benar dalam imannya. [lihat Tafsir Jalalain Li Imamaini Al Jalalain Muhammad bin Ahmad Al Mahalli dan Abdurrahman bin Abi Bakr As Suyuthi hal. 76]

[17] Kata-kata yang baik itu mencakup dua makna,

* Kata-kata yang baik secara dzatnya, yaitu Al Qur’an dan As Sunnah.
* Kata-kata yang baik dilihat dari maksud dan tujuannya. Allahu A’lam, lihat Syarh ‘Arbai’in An Nawawiyah oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin, terbitan Dar Tsuroya.

[18] HR. Ibnu Hibban dalam shohihnya no. 275. Hadits ini dinyatakan shahih lighoirih oleh Al Albani.

[19] Lihat Ighotsatul Lahfan fi Mashoyidisy Syaithon hal. 107.

[20] HR. Abu Dawud no. , Tirmidzi no. , dan lain-lain dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam takhrij Beliau untuk Sunan Tirmidzi demikan juga muridnya Syaikh ‘Ali bin Hasan Al Halaby hafidzahullah dalam ta’liqnya untuk Ighotsatul Lahfan fi Mashoyidisy Syaithon hal. 107.

sumber : http://alhijroh.net/fiqih-tazkiyatun-nafs/3-faidah-agung-menjaga-pandangan/

Diantara Sebab Musibah dan Obatnya

Segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla. Hanya kepadaNya kita memuji, meminta tolong, memohon ampunan, bertaubat dan memohon perlindungan atas kejelekan-kejelekan diri dan amal-amal yang buruk. Barang siapa yang diberi Allah petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesesatkannya dan barang siapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang dapat memberikannya hidayah taufik. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan tiada sekutu baginya. Aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hambaNya dan UtusanNya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan para sahabatnya ridwanulloh ‘alaihim ajma’in.

Pembaca yang semoga dirahmati Allah ‘Azza wa Jalla, musibah…merupakan suatu kata yang tak jarang kita dengar dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pihak yang mengklaim bahwa musibah ini terjadi karena adanya ini dan itu, datang orang lain lagi yang mengklaim karena ini dan itu, begitu seterusnya. Namun bagaimanakah islam memandang musibah, apa penyebabnya dan apa obatnya maka pada kesempatan kali ini marilah kita pelajari sekelumit dari sebab-sebab musibah tersebut dan apa obatnya agar kita dapat merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sudah menjadi sunnatullah di muka bumi adanya hukum sebab akibat, sudah barang tentu musibah yang banyak kita alami pada tahun-tahun terakhir ini pasti ada sebabnya. Salah satu sebabnya adalah sebagaimana yang disebutkan Allah ‘Azza wa Jalla di dalam kitabNya yang Mulia :

?????? ?????????? ??? ???????? ??????????? ????? ???????? ??????? ???????? ????????????? ?????? ??????? ???????? ??????????? ???????????

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Ar Ruum [30] : 41)

Continue reading Diantara Sebab Musibah dan Obatnya

Siapa Bilang Pacaran Haram ??!!!

Pengantar Admin

Pembaca mulia, di antara musibah yang tersebar di tengah-tengah kaum muslim pada masa sekarang ini adalah mulai menipisnya rasa malu. Betapa tidak, apa yang dianggap tabu di masa salaf kini dianggap sebagai hal yang biasa. Apalagi, saat ini kita dihadapkan dengan arus teknologi yang demikian dahsyat. Allahu musta’an, sarana-sarana menuju pintu kemaksiatan demikian mudah didapat dengan biaya yang murah. Seiring dengan itu, rasa malu semakin terkikis, rasa cemburu pun ikut menipis, dan manusia pun semakin terjerumus dalam pelanggaran, tanpa merasa bahwa mereka berbuat dosa. Coba anda perhatikan di antara kawan-kawan Anda, atau bahkan teman ngaji anda. Siapa di antara mereka yang akun facebooknya bersih dari teman lawan jenis? Siapa di antara mereka yang membersihkan akun FBnya dari gambar-gambar makhluk bernyawa yang terlarang? Inilah realita yang terjadi, wallahu musta’an. Akhirnya, manusia pun menjadi lupa batasan syari’at dalam saling berkomunikasi kepada lawan jenis. Maka, tidak sedikit yang terjerumus ke dalam perbuatan pacaran, meskipun sebagiannya berdalih dengan alasan ta’aruf. Inna lillah! Maka, tukar foto pun menjadi hal yang dianggap biasa oleh kebanyakan orang, bahkan di antaranya dilakukan oleh sebagian yang sudah kenal ngaji. Ya Allah, sesungguhnya kuadukan mereka hanya kepada-Mu.

Saya teringat nasehat shahabat saya, al-akh al-ustadz Ibnu (pengajar hafalan kitab-kitab aqidah di Ma’had Al-Irsyad tengaran) yang mengatakan,

“Sesungguhnya anugerah Allah tidak akan diraih dengan cara maksiat”

Engkau benar sekali wahai shahabatku – ???? ???? ??? -.

Thoyyib ikhwaaan. Silakan kalian add sebanyak-banyaknya akhwat di akun kalian! Silakan kalian berta’aruf dengan wanita yang kalian suka!!! Adapun kami, walhamdulillah, akan katakan sebagaimana yang sering dikatakan orang Arab terdahulu,

??? ??? ?????? ??? ???? … ???? ??? ? ???? ??????
? ????? ?????? ???? ??? … ??? ??? ?????? ???? ???

Jika lalat jatuh ke makanan, maka tangan ini mengangkatnya,…
Walaupun diri ini menginginkannnya…
Dan singa akan menjauhi aliran air,
Jika air itu pernah dijilat anjing….

Continue reading Siapa Bilang Pacaran Haram ??!!!

Hadits Ummu Zar' (sebuah nasihat untuk istri)

Hadits yang cukup panjang yang terdapat di HR. Al-Bukhari (no. 5189) di dalam kitab an-Nikaah dan HR. Muslim (no. 2448) ini berisi tentang sebelas wanita yang menceritakan tentang kondisi suaminya masing-masing, yang didalamnya banyak terkandung pelajaran. Hadits Ummu Zar’ ini dimasukkan ke dalam kategori: “Pergaulilah mereka dengan cara yang ma’ruf.” Untuk selanjutnya karena panjangnya hadits ini, maka kami akan memisahkan tiap bagiannya, kemudian membahasnya satu-persatu dan disertai Ibroh (pelajaran yang dapat dipetik) diakhir pembahasan. InsyaaAllah akan mempermudah bagi pembaca KIC.

Al-Bukhari meriwayatkan, dalam Shahiihnya pada bab “Ber­gaul dengan Baik terhadap Keluarga,” sebuah hadits marfu’ dari ‘Aisyah . Ia menuturkan:

“Sebelas wanita duduk lalu mereka berjanji untuk tidak menyembunyikan tentang kabar-kabar yang bertalian dengan suami mereka sedikit pun.
Wanita yang pertama berkata: ‘Suamiku adalah daging unta jantan kurus di atas puncak gunung yang tidak mudah didaki, dan tidak pula berdaging sehingga mudah berpindah.’

Pembahasan: Wanita pertama ini bermaksud mencela suaminya. Ia mengistilahkan bahwa daging suaminya seper­ti daging unta yang kurus, selain itu juga terletak di puncak gunung yang sulit didaki. Kemudian ditambahkan lagi bahwa suaminya tidak pula gemuk untuk mampu memikul beban.

Wanita ini tidak menikmati suaminya. Sebab, ia adalah seorang pria yang lemah dan dagingnya tidak bagus. Sepertinya ia menyifati aktifitas seksualnya bersamanya. Sekalipun ia menikmati aktifitas seksual bersama suaminya, namun ia melihatnya seperti daging unta yang kurus. Disamping kurus, ternyata dia sangat buruk akhlaknya. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana seharusnya berbicara dengannya. Bahkan ketika dia sampai kepada suaminya setelah bersusah payah, dia tidak mendapat­kan sesuatu pun yang layak diambil dan dinikmati darinya. Wallaahu a’lam.

Yang kedua berkata: ‘Tentang suamiku, aku tidak ingin menyebarkan beritanya. Sesungguhnya aku khawatir mengatakannya. Jika aku mengingatnya, maka aku akan mengingat urat di wajah dan di perutnya.’

Pembahasan: Wanita yang kedua ini tidak mau membicarakan aib-aib suami­nya baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Hal ini dikarenakan suaminya ini memiliki banyak aib. Ia khawatir bila mengingatnya akan menyebutkan semua aibnya. Seakan-akan ia khawatir tidak dapat membiarkan beritanya sedikit pun karena sedemikian banyaknya. Tetapi ia merasa cukup mengisyaratkan aib-aibnya. Wallaahu a ‘lam.

Yang ketiga berkata: ‘Suamiku orang yang berakhlak buruk; jika aku berbicara, maka aku akan ditalak dan jika aku diam, maka aku akan terkatung-katung.’

Pembahasan: wanita yang ketiga ini menyebutkan bahwa suaminya memiliki akhlak yang buruk. Jika wanita ini berbicara disisinya dan mengoreksinya tentang suatu perkara, maka dia akan dicerai oleh suaminya. Namun jika dia diam, maka suaminya tidak menghiraukannya dan meninggalkannya seperti wanita terkatung-katung yang tidak mempunyai suami dan tidak pula janda. Dia memiliki suami, namun suaminya ini tidak bisa diambil manfaat bila disisinya. Wallaahu a’lam.

Yang keempat berkata: ‘Suamiku seperti malam yang tenang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada ketakutan dan tidak membosan­kan.’

Pembahasan: Wanita keempat menyifati suaminya, bahwa dia hidup bersamanya dengan rasa aman dan keadaannya menyenangkan. Ia tidak takut dan tidak bosan dengan kehidupan­nya. Ia seperti penduduk Tuhamah dalam menikmati malam mereka yang tenang dan cuaca yang lembut. Ia menikmati suaminya karena pergaulannya yang bagus dan keadaannya sederhana. Wallaahu a ‘lam.

Yang kelima berkata: ‘Suamiku, apabila ia masuk, ia seperti macan kumbang dan apabila keluar, ia seperti singa, dan tidak ber­tanya tentang apa yang terlihat (di dalam rumah).’

Pembahasan: Pensifatan wanita kelima ini pada suaminya mengandung dua kemungkinan:

Kemungkinan pertama, ia menyifati suaminya bahwa ia seperti macan, karena terlalu sering menyetubuhinya. Wanita ini dicintainya sehingga ia tidak tahan ketika meli­hatnya. Sementara ketika ia di tengah-tengah manusia (ketika keluar) ia adalah pemberani seperti singa. Selain itu suaminya ini (tidak bertanya tentang apa yang bisa dilihat) memberikan kepadanya makanan, minuman dan pakaian, dan ia tidak menanyakan dikemanakan semua itu habis.

Kemungkinan kedua, ia mencela suaminya dan menyifatinya bahwa ketika masuk, ia seperti macan. Ia tidak mencumbuinya sebelum menyenggamainya. Ia juga berakhlak buruk, meninju, memukul dan ia tidak bertanya tentang isterinya. Ketika ia keluar, sedangkan isterinya sakit, maka ketika kembali, ia tidak bertanya ten­tang keadaannya. Wallaahu a’lam.

Yang keenam berkata: ‘Suamiku, jika ia makan sangat rakus. Jika minum, ia meminumnya sekali tenggak. Jika tidur, ia tidur pulas sendirian Gauh dari isteri). Ia tidak memasukkan telapak tangannya (ke dalam tubuh isterinya) untuk mengetahui berita (tentang kesedihan isterinya).’

Pembahasan: Wanita keenam ini menyifati suaminya sebagai orang yang rakus dalam makan dan minum sehingga tidak menyisakan sedikit pun. Jika ia tidur, maka ia tidur di pojok dan berselimutkan dengan pakaiannya sendirian dalam keadaan berpaling dari isterinya, dan dia (si isteri) bersedih karenanya. Ia tidak mengulurkan tangannya untuk mengetahui kesedihannya terhadapnya, dan ia (si isteri) sakit tapi ia tidak bertanya tentang penyakitnya. Wallaahu a’lam.

Yang ketujuh berkata: ‘Suamiku dungu -atau tidak mampu bersenggama dengan isterinya bahkan sangat dungu. Setiap penyakit ada padanya. Ia melukai kepalamu, melukai tubuhmu atau melaku­kan kedua-duanya kepadamu.’

Pembahasan: Wanita ketujuh ini menyifati suaminya sebagai orang yang dungu, sebab ia tidak mampu me­menuhi hajatnya. Meskipun demikian, ia selalu menyakitinya jika ia berkata kepadanya. Suaminya ini kemudian menahannya, memukulnya dan melukai kepala serta badannya. Ia tidak menyisakan satu anggota badan pun bisa terbebas. Kadang­kala ia melakukan segalanya. Wallaahu a’lam.

Yang kedelapan berkata: ‘Suamiku sentuhannya selembut sentuhan kelinci dan aromanya seharum aroma Zarnab (pohon berbau harum).’

Pembahasan: Wanita kedelapan ini menyifati suaminya sebagai orang yang suka berdandan dan memakai par­fum untuk dirinya. Wallaahu a’lam.

Yang kesembilan berkata: ‘Suamiku tinggi pilarnya, panjang sarung pedangnya, banyak abunya dan rumahnya dekat dengan kebaikan.’

Pembahasan: Wanita kesembilan ini menyifati suaminya, bahwa rumahnya tinggi dan panjang, dan demikianlah rumah para bangsawan. Ia berperawakan tinggi, yang membutuhkan sarung pedang yang panjang, dan itu karena keberaniannya. Apinya tidak padam karena kedermawanannya. Rumahnya dekat dengan tempat pertemuan, sehingga ia tidak tertutup dari para peserta pertemuan dan ia tidak jauh dari mereka serta selamanya berada di tengah-tengah khalayak agar mudah bertemu dengan­nya.

Yang kesepuluh berkata: ‘Suamiku adalah raja, raja yang seperti apa? Seorang raja yang lebih baik dari semua raja. Ia memiliki unta-unta yang banyak, menderum dan sedikit digembalakan. Jika hewan-hewan tersebut mendengar suara pisau, maka hewan-hewan tersebut merasa yakin, bahwa mereka akan binasa.’

Pembahasan: Wanita kesepuluh ini mengatakan, bahwa suaminya adalah raja yang lebih baik dibandingkan raja-raja yang disebutkan dalam hal kedemawanannya. Ia memiliki banyak hewan peliharaan yang sedikit digembalakan (kebanyakan dikandang). Jika hewan peliharaannya ini mendengar suara pisau, maka ia tahu bahwa ada tamu yang datang. Jika tamu telah datang, maka ia yakin bahwa ia akan disembelih. Hal ini dikarenakan kedermawanannya sang suami.

Yang kesebelas berkata: ‘Suamiku Abu Zar’, dan siapakah Abu Zar’? Yaitu, orang yang memakaikan perhiasan di kedua telingaku. Ia memenuhi tubuhku dengan lemak (sehingga aku menjadi gemuk). Ia membahagiakanku, sehingga aku menjadi bahagia dan bangga. Ia mendapatiku (ketika menikahiku) dalam keluarga penggembala kambing yang sengsara, lalu menempatkanku dalam keluarga penggembala kuda dan unta serta memiliki banyak tanaman dan hewan ternak. Di sisinya aku berbicara, dan aku tidak dicela. Aku tidur di awal siang hari dan aku minum hingga puas.’

Ibu Abu Zar’, dan siapakah ibu Abu Zar’ itu? Hartanya banyak dan rumahnya luas.

Putera Abu Zar’, dan siapakah putera Abu Zar’ itu? Tempat tidurnya seperti selembar serat tikar (karena sempitnya) dan sudah merasa kenyang dengan makan kaki kambing.

Putri Abu Zar’ dan tahukah kamu siapakah putri Abu Zar’ itu? Ia mentaati ayahnya dan mentaati ibunya, pakaiannya ter­penuhi dan tetangganya iri kepadanya.

Sahaya wanita Abu Zar’, dan tahukah kamu siapa sahaya wanita Abu Zar’ itu? Ia tidak menyebarkan pembicaraan kami. Tidak berkhianat maupun mencuri makanan kami, dan tidak me­menuhi rumah kami dengan sampah.

Pembahasan: Wanita kesebelas ini (Ummu Zar’) menyifati Abu Zar’ banyak memberinya perhiasan dan makanan yang enak. Dan dia berbahagia atas perlakuan Abu Zar’. Ia menceritakan bahwa Abu Zar’ ini dahulu menikahinya padahal dia berada pada keluarga yang miskin. Yang kemudian Abu Zar’ menempatkannya dikeluarga yang kaya. Meskipun begitu, ketika berbicara (berpendapat) disisi Abu Zar’ pendapatnya diterima (meskipun dulu keluarganya merupakan keluarga yang miskin). Selain itu dia sangat menikmati hidup bersama Abu Zar’ yang dia bisa tidur dan minum sepuas-puasnya karena dia tidak perlu melakukan pekerjaan rumah (karena memiliki banyak pembantu)

Selanjutnya karena senangnya hidup bersama Abu Zar’ maka dia kemudian menyebutkan, bagaimana ibu, putera, puterinya dan hamba sahayanya.

Ia menggambarkan Ibu Abu Zar’ mempunyai banyak perabotan, harta, pakaian, dan rumah yang luas.

Ia menggambarkan putera Abu Zar’ bahwa pembaringannya hanya selebar selembar serat tikar, maksudnya ia tidak banyak memanfaatkan atau mengambil tempat di rumah, dan sedikit makannya, sehingga sudah merasa kenyang dengan makan sebelah kaki depan kambing kecil, dan ini gambaran bahwa anak tirinya tersebut tidak banyak membebaninya seakan-akan tidak hidup bersamanya.

Ia menggambarkan puteri Abu Zar’ yang taat kepada orangtuanya, mempunyai pakaian yang banyak dan membuat iri tetangganya.

Ia menyifati sahaya itu bahwa ia tidak menyebarkan rahasia dan tidak meng­khianati mereka dalam hal makanan dan perbekalan serta membawanya kabur. Ia pandai mengatur rumah dan peka dengan kebersihan.

Ia (Ummu Zar’) mengatakan: ‘Abu Zar’ keluar mem­bawa wadah-wadah untuk memerah susu, lalu dia bertemu dengan seorang wanita bersama dua orang anaknya seperti dua ekor macan kumbang. Keduanya memainkan dua payudaranya di pangkuannya. Kemudian dia menceraikanku dan menikahinya. Kemudian sesudah itu aku menikah dengan seorang laki-laki bangsawan, me­naiki kuda dan memegang tombak. Ia menghiburku dengan berbagai nikmat yang banyak dan memberikan kepadaku dari segala hal yang menyenangkan,· serta mengatakan kepadaku: ‘Makanlah wahai Ummu Zar’ dan berikan kepada keluargamu.’ Ia (Ummu Zar’) mengatakan: ‘Sekiranya aku kumpulkan segala sesuatu yang dia berikan kepada­ku, maka itu tidak mencapai sebejana terkecil Abu Zar’.”

Abu Zar’ keluar pagi-pagi sekali dari rumahnya ketika akan bekerja. Dia keluar ketika musim kurma dan musim semi yang indah, Kemudian Abu Zar’ melihat seorang wanita. Wanita itu sedang dalam keadaan yang lelah, ia berbaring sambil beristirahat. Abu Zar’ melihatnya demikian bersama dua orang anak, seperti dua ekor macan kumbang yang bagus. Kebanyakan orang-orang Arab menginginkan wanita-wanita yang dapat melahirkan. Dikarenakan wanita yang ditemuinya ini adalah wanita yang subur (punya 2 anak), sedangkan Ummu Zar’ tidak memiliki anak (dari pernikahannya), maka Abu Zar’ kemudian menikahi wanita tadi dan mencerai Ummu Zar’.

Selanjutnya Ummu Zar’ menikah dengan seorang laki-laki bangsawan, dan ia mendapatkan banyak kenikmatan darinya. Meskipun demikian kecintaannya kepada Abu Zar’ tidak dapat digantikan oleh laki-laki ini.

‘Aisyah melanjutkan: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Aku bagimu adalah seperti Abu Zar’ terhadap Ummu Zar’.”

Point-Point Penting Berkaitan dengan Hadits Ini : (berdasarkan komentar al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari (IX/277), dengan diringkas)

Pertama, suami itu keadaannya sangat bermacam-macam. Barangsiapa yang mendapati sifat yang tercela padanya, maka hendak­lah dia berusaha melepaskan sifat tersebut semaksimal mungkin. Dan barangsiapa yang merasa memiliki sifat terpuji, maka hendak­lah dia memohon kepada Allah tambahan karunia-Nya.

Kedua, berlemah lembut dan berbicara dalam perkara yang mubah, selagi hal itu tidak membawa kepada hal yang dilarang.

Ketiga, penjelasan tentang bolehnya menyebut kelebihan dalam perkara-perkara agama, dan seorang suami memberitahukan kepada keluarganya mengenai gambaran keadaannya bersama me­reka, terutama karena kaum wanita mempunyai tabi’at mengingkari kebaikan. Oleh karena itu, Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada ‘Aisyah, “Aku bagimu adalah seperti Abu Zar’ bagi Ummu Zar’.”

Keempat, hadits ini berisi pembicaraan tentang umat-umat terdahulu dan membuat permisalan dari mereka untuk diambil sebagai pelajaran. Tidak mengapa menyebut sekelumit kisah dan kisah-kisah unik yang dinilai baik untuk memotifasi jiwa.

Kelima, boleh memuji seseorang di hadapannya jika pujian tersebut tidak merusaknya; karena ‘Aisyah Rodhiallahu ‘anha mengatakan: “Wahai Rasulullah, bahkan engkau lebih baik daripada Abu Zar’. Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, sungguh engkau lebih baik bagiku.”

Keenam, menyebut aib yang ada pada diri seseorang dibolehkan, jika diniatkan agar perbuatan tersebut dijauhi, dan hal tersebut tidaklah termasuk dari ghibah. Hal ini disinggung oleh al-Khaththabi, kemudian oleh Abu ‘Abdillah at-Tamimi, guru dari al-Qadhi ‘Iyadh, bahwa argumen dengan hal ini adalah akan sempurna seandainya Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam mendengar wanita menggunjing suaminya lalu menyetujui­nya. Adapun hikayat tentang orang yang tidak hadir, maka tidaklah demikian. Ini adalah sebagaimana orang yang mengatakan: “Di antara manusia ada seseorang yang berbuat buruk.” Mungkin inilah yang dimaksud oleh al-Khaththabi.

Ketujuh, hadits ini membolehkan menyifati wanita dan kebaikannya kepada seorang pria. Ini dibolehkan jika kaum wanita tersebut tidak ada (tidak diketahui).

Sumber: ‘Isratun Nisaa’ minal alif ilal yaa’ (terjemahan)

BlackBerry MURAH&BERKUALITAS

Para penggemar BlackBerry MURAH&BERKUALITAS ga perlu jauh2 nyari yg murah di luar Jawa,di JOGJA jg anda bisa bertransaksi.Para warga Jogja,sekitarnya atopun warga Jawa belahan laen silahkan mampir yah.
Tidak perlu kuatir mslh PIN SUSPENDED karena kita memberikan GARANSI FULL PIN SELAMA 6bln(cover PIN),utk mesin kita garansikan 10 hari.Kita akan memberikan yg terbaik utk buyer,KEPUASAN PELANGGAN BEFORE AND AFTER SALES SANGAT KITA UTAMAKAN.Apalagi dgn cover garansi PIN selama 6bln…
Utk para Reseller toko maupun Freelance sangat diharapkan partisipasinya,mari kita bekerja sama utk keuntungan kita bersama

UPDATE 28 September 2009
# BB Curve 8320(Wifi)
*RED = 2.350
*TITAN = 2.350
*BLACK = 2.350
===============================================
* BB Curve 8310(GPS)
*BLACK = 2.100
*RED = 2.100
*TITAN = 2.100
==============================================
# BB Pearl 8120(WIFI)
*RED = 1.900
===============================================
* BB Pearl 8110(GPS)
*RED = 1.700
===============================================
# BB BOLD 9000(BNIB ORI By O2;QWERTY)
= 5.700
===============================================
* BB Gemini 8520(BNIB ORI)
= 3.400
===============================================
# BB Javelin 8900(BNIB ORI By Orange;QWERTY)
= 4.500
===============================================
* BB Storm 9500(14Days ORI 1 unit)
= 4.200
===============================================
# BB TOUR 9630(BNIB Verizon ORI)
= 5.950

Kondisi Barang :
- Fullset(Dus Putih BB/Dus Hitam/Orange BB,Charger,Batt,Manual Book,CD Driver,HF,Pouch,Kabel data)
- New Refurbished(8100,8110,8120,8300,8310,8320)
- Barang kualitas Grade A(ga prcy?slhkan dibongkar,JAMIN BOARD BERSIH..!!)
- PIN No SUSPENDED(Warranty for 6 Month)
- Garansi Mesin 10 hari sejak barang diterima
- Full Unlocked for All operator
- Imei software dan imei belakang sama
- Stock warna disesuaikan
- All Works Well
- All Reseller are Very Very Welcome

- Harga belum termasuk ongkir, untuk cek ongkir bisa klik di sini

Do’a Qunut Ketika Shubuh ?

Pertanyaan senada pernah dilayangkan kepada Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin.
Beliau ditanya,

“Apakah disyariatkan menggunakan doa qunut witir (yaitu allahummahdini fiman hadaita …) pada rakaat terakhir shalat shubuh?!”

Jawaban beliau,

“Doa qunut witir yang terkenal yang Nabi ajarkan kepada al Hasan bin Ali yaitu allahummahdini fiman hadaita …tidak terdapat dalil yang menunjukkan bolehnya menggunakan doa tersebut untuk selain shalat witir. Tidak terdapat satupun riwayat yang menunjukkan bahwa Nabi berqunut dengan membaca doa tersebut baik pada shalat shubuh ataupun shalat yang lain.
Qunut dengan menggunakan doa tersebut di shalat shubuh sama sekali tidak ada dasarnya dari sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sedangkan qunut shubuh namun dengan doa yang lain maka inilah yang diperselisihkan di antara para ulama. Ada dua pendapat dalam hal ini. Pendapat yang paling tepat adalah tidak ada qunut pada shalat shubuh kecuali ada sebab yang terkait dengan kaum muslimin secara umum.

Continue reading Do’a Qunut Ketika Shubuh ?

WANITA DI SAUDI ARABIA (Kritikan Tajam untuk Jaringan Islam Liberal)

disusun oleh:   Abu Ubaidah Yusuf bin Mokhtar As-Sidawi

?????? ?????

Telah sampai khabar kepada kami bahwa ada perdebatan seru antara JIL dengan Ahli Sunnah wal Jama’ah. Mendengarnya, kamipun tertarik untuk mengetahuinya. Alhamdulillah, keinginan untuk mendapatkan VCD perdebatan tersebut terwujud.

Seperti orang yang disambar petir, rasanya jantung ini hampir copot dan telingapun terasa gatal mendengarkan ucapan-ucapan kotor dari para propagandis JIL. Betapa derasnya ilmu filsafat dan tasawwuf yang menyesatkan terlontar, kontradiksi ucapan, pelecehan, celaan, kebohongan, ketimpangan pemikiran dan lain sebagainya. Sungguh betul-betul dibutuhkan kesabaran yang sangat luar biasa untuk menyimaknya!.

Dengan selalu berdoa kepada Alloh agar meneguhkan hati ini, kami tuntaskan proses menyaksikan perdebatan seru tersebut. Kendati tayangan sudah berlalu, tetapi masih terngiang-ngiang di telinga sebagian syubhat pengaruh ucapan mereka, namun akupun berbaik sangka barangkali ini adalah PR buatku untuk memberikan partisipasi dalam membela agama dan membantah ucapan para penyeleweng agama sekaligus sebagai keterangan bagi saudara-saudari kami yang mungkin telah tertipu dengan silat lidah mereka.

Maka dengan memohon pertolongan kepada Alloh, aku bertawakkal untuk menulis artikel ini, semoga Alloh memberikan hidayah kepada kita semua dan meneguhkan kita di atas jalan yang diridhai-Nya.

Sebenarnya banyak sekali permasalahan yang harus dikupas dan dibahas, tetapi semoga saja yang sedikit ini cukup untuk mewakili syubhat-syubhat lainnya. Yang penting, bentengilah diri kita dengan ilmu yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga kita dapat terselamatkan dari berbagai syubhat yang banyak menyerang pada zaman ini.

Ingatlah selalu nasehat berharga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah,

“Janganlah engkau jadikan hatimu terhadap syubhat seperti spon yang menyerapnya serta merta, tetapi jadikanlah hatimu seperti kaca yang kuat, sehingga tatkala syubhat mampir padanya, dia dapat melihat dengan kejernihannya dan mengusir dengan kekuatannya. Tetapi apabila engkau jadikan hatimu menyerap setiap syubhat, maka dia akan menjadi sarang syubhat.”[1]

Continue reading WANITA DI SAUDI ARABIA (Kritikan Tajam untuk Jaringan Islam Liberal)